INILAH.COM, Jakarta – Para pemakai internet kini boleh lega. Ini karena hadirnya internet murah bakal dimungkinkan, setelah layanan WiMAX dengan investasi infrastruktur yang lebih murah untuk pembangunannya terwujud di Tanah Air. Tapi kapan?

Country Manager lembaga konsultan bisnis internasional Frost & Sullivan Indonesia Eugene van de Weerd mengatakan, Indonesia mempunyai potensi yang besar untuk implementasi WiMAX. Hal itu karena penetrasi internet yang rendah, dibandingkan dengan ukuran negara Indonesia.

Namun regulasi pemerintah akan mempersulit pengembangan teknologi tersebut di Indonesia. “Permintaan pemerintah untuk menghadirkan konten lokal dalam WiMAX, keputusan untuk menggunakan 802.16d atau fixed WiMax yang bertolak belakang dengan mobile WiMAX dan pemunduran yang panjang dalam pengeluaran izin, membuat semakin sulit bagi operator,” katanya di Jakarta.

Walaupun demikian, kata Eugene potensi yang signifikan masih dapat terlihat. Tapi pemerintah harus bergerak cepat untuk membawa dan mengaplikasikan teknologi tersebut masuk ke pasar Indonesia.

Country Manager Intel Indonesia Budi Wahju Djati mengatakan, kelebihan utama WiMAX adalah coveragenya, terutama untuk di daerah terpencil yang sulit dilayani kabel. Pasalnya jika dibangun, costnya akan lebih besar jika dibandingkan WiMAX bisa 3-4 kali lebih mahal. Sementara tarif dipengaruhi sangat dipengaruhi oleh skalanya. Jika pelanggaan sudah dalam jumlah besar, maka tarif bisa turun.

Lalu apakah WiMAX akan mematikan 3G serta layanan internet wireless lainnya? Eugene van de Weerd mengatakan HSPA (3,5G) telah dominan dalam teknologi broadband di Indonesia.

“Broadband akses 3G yang menggunakan HSPA dongles data dan kartu telah terlihat berkembang bagus di pasar Indonesia dan operator yang menawarkan layanan ini telah memiliki 300 ribu pelanggan pada akhir tahun 2008, di mana telah mewakili jumlah signifikan dari pengguna broadband di Indonesia,” katanya.

Pertumbuhan ini akan terus berlanjut di pasar, khususnya pada alat yang membutuhkan 3G, seperti netbook yang akan menjadi semakin umum. Teknologi jaringan 3G yang tercepat saat ini, kata Eugene, mempunyai kemampuan mendownload hingga 21 Mbps. Sementara teknologi 4G LTE yang akan diperkenalkan tahun depan di Jepang akan mempunyai kemampuan mendownload hingga 300 Mbps atau lebih.

Ia mengatakan situs jejaring sosial akan terus berkembang di Indonesia. Indonesia merupakan pasar dengan perkembangan paling cepat untuk Facebook di tahun 2008 yang meningkat sebanyak 645% dan memiliki lebih dari 810 ribu anggota pada bulan Desember 2008.

“Friendster masih memimpin dengan lebih dari 15 juta anggota. Kedua aplikasi ini bahkan telah melengkapi dengan fasilitas bahasa Indonesia untuk lebih menjaring anggota baru dari Indonesia,” kata Eugene. [P1]

sumber: http://www.inilah.com

Post to Twitter Posting ke Twitter!

Artikel terkait lainnya :