Fenomena internet di dunia, kian lama kian menunjukkan angka pengguna yang semakin meningkat. Hal tersebut juga terjadi tanah air, yang sangat didukung oleh penyedia jasa internet broadband murah. Namun, tahukah Anda internet broadband juga semakin memacu tingkat kejatahan dunia maya, atau yang sering disebut cyber crime?

NERACA - Pesatnya perkembangan teknologi informasi saat ini, merupakan dampak bahwa semakin kompleksnya, kebutuhan masyarakat terhadap informasi itu sendiri. Apalagi saat ini, masyarakat sudah semakin pintar, dan selalu ingin cepat mengetahui informasi terbaru. Salah satu cara cepat mendapatkan informasi itu sendiri, adalah melalui internet.

Gayang bersambut, temyata penyedia jasa internet, seperti sejumlah operator selular berlomba-lomba menyediakan internet broadband murah, dengan kecepatan menjanjikan. Terbukti peningkatan jumlah pelanggan yang cukup melesat dari operator telekomunikasi PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Telkom). Total pelanggan Speedy kini mencapai angka 900 ribuan.

Belum lagi, operator Indosat Mega Media atau (IM2), juga menunjukkan pergerakan jumlah pelanggan. Sampai akhir kuartal tiga 2009 sendiri, IM2 sudah berhasil menggaet 400.000 pelanggan, atau sekitar 67% dari target. Sementara untuk Telkomsel yang menyediakan TelkomFlash, sudah terjual 1.8 juta pelanggan.

Namun, sangat disayangkan, dibalik kemudahan internet broadband tersebut, malah memicu tingkat kejahatan dunia maya. Bentuk kejahatan juga otomatis akan mengikuti, untuk* kemudian beradaptasi dengan tingkat perkembangan teknologi. Contohnya saat ini adalah kejahatan dunia maya atau biasa disebut cybercrime. Cybercrime merupakan bentuk fenomena baru dalam tindak kejahatan sebagai dampak langsung dari perkembangan teknologi informasi.

Serang Lewat Internet Banking

Cybercrime seringkali terjadi tanpa disadari ketika masyarakat melakukan transaksi online. Perdagangan secara online seperti toko online kerap kali membuat mata kita terbelalak, dan tergoda untuk berbelanja. Disinilah kejahatan seringkali terjadi melalui transaksi internet banking.

Mengapa demikian? Karena selain relatif mudah ditembus, transaksi internet banking atau eommerce seperti E-Bay atau PayPal tak pernah menurun dan nilai transaksi di dalamnya juga tergolong besar. “Jumlah kejahatan di dunia maya lebih kejam dan meningkat, ketimbang kejahatan di dunia nyata,” ujar Effendy Ibrahim, Norton Business Lead, Asia South Region, Symantec.

Effendy menambahkan, bahkan dari penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat, ternyata 1 dari 5 pengguna internet telah menjadi korban kejahatan. Kejadian serupa juga terjadi di negara Australia. Jumlah ancaman online tersebut, tumbuh secara eksponensial dan terus berevolusi. Karena para penjahat cyber mencari cara-cara baru untuk mengincar uang, indentitas atau aset Anda.

Apalagi jika belanja online yang dilakukan, menggunakan kartu kredit Dan sering pula masyarakat tertipu, karena para penjahat cyber tersebut meminta nomor kartu kredit untuk disalahgunakan. Terkadang para penjahat cyber juga mencurinya lewat identitas Anda, atau dengan menggunakan data kartu kredit
yang dicurinya untuk belanja lewat internet.

Situs Internet Paling Berbahaya

Menurut hasil pantauan Symantec, yang merupakan pemimpin global di bidang penyediaan solusi keamanan, ada banyak sekali situs-situs internet paling berbahaya yang ditemukan. Symantec berhasil mengidentifikasi situs web paling kotor” pada musim panas 2009.

Tak tanggung-tanggung, 100 situs yang didaftarkan itu memberikan tingkat ancaman paling besar, ketika dideteksi menggunakan layanan rating situs Norton Safe Web yang hadir sejak Agustus 2009. Berdasarkan jumlah ancaman yang terdeteksi oleh Norton Safe Web, situs-situs pada daftar tersebut merupakan situs terburuk di antara yang paling buruk.

Situs-situs “kotor” tersebut memang situs web paling “kotor”, alias menampilkan konten orang dewasa yang tak layak untuk dilihat umum, terlebih anak dibawah umur. Situs tersebut menyelimuti 48% situs terkotor, disamping situs-situs lainnya, termasuk didalamnya situs yang diperuntukan bagi perburuan kijang, fig-
skating, pelayanan hukum, dan pembelian peralatan elektronik.

Yang menyedihkan, jika orang hanya sekedar mengunjungi situs-situs berbahaya tersebut, bahkan tanpa mengklik ataupun mengunduh, maka otomatis akan terancam berupa infeksi komputer. Malah bisa jadi, identitas atau informasi pribadi dan finansial bisa jatuh ke tangan penjahat cyber.

Bahkan Norton Safe Web membuat ancaman daftar situs terkotor. Dan jumlah situs yang ditemukan oleh Norton Safe Web, rata-rata mencapai 18.000 per situs. Bahkan, 40 dari 100 situs web paling kotor itu memiliki lebih dari 20.000 ancaman per situs.

Sementara itu, hal senada juga diungkapkan oleh Kaspersky, bahwa kejahatan di dunia maya (cybercrime) semakin merajalela. Eugne Kaspersky, pendiri Kaspersky Lab, salah satu vendor keamanan internet terkemuka ini siap memberantasnya. Salah satunya dengan membantu aparat kepolisian Indonesia untuk melawan cybercrime.

Menurut Kaspersky, cybercrime bisa mematikan perkembangan industri cy6er, tidak hanya di Indonesia tapi juga di dunia. Selain kerjasama dengan aparat penegak hukum. Kaspersky siap menjalin hubungan dengan beberapa negara seperti Brasil, Rusia, negara-negara Eropa, China serta Amerika Serikat.

Antisipasi

Nah, demi keamanan dan kenyaman ketika berselancar di dunia maya, kita perlu waspada. Untuk itu memang masih diperlukan berbagai upaya untuk dapat mencapai tahapan industri internet yang matang. Paling tidak, ada dua hal yang harus diperhatikan dan upaya paling mendasar, yang perlu dilakukan. Pertama, melakukan edukasi pasar dan pemahaman, yang dilakukan masyarakat internet itu sendiri. Pemahaman disini maksudnya mencakup pemahaman terhadap teknologi. Seperti pelayanan yang diberikan, sampai dengan dengan pengetahuan untuk trouble shooter.

Kedua, adalah mengupayakan biaya rendah dan kemudahan serta keragaman mendapatkan pelayanan bagi setiap pemakai internet. Mulai dari pengadaan infrastruktur, sampai dengan yang berkaitan dengan software dan hardware. Dengan begitu, masyarakat diharapkan bisa siap menghadapi era persaingan bebas dan globalisasi, dina

sumber : http://bataviase.co.id

Post to Twitter Posting ke Twitter!

Artikel terkait lainnya :